Persib, Kuburan Bagi Pemain Muda?

blogger templates
MEMBICARAKAN Persib pada dekade 1980 sampai 1990-an adalah membicarakan kualitas para pemain hasil binaan klub-klub anggota Persib. Jumlah pemain lokal dengan kualitas aduhai begitu berlimpah. Para pemain inilah yang menjejali Maung Bandung dari tim utama sampai cadangan. Bahkan banyak pemain bermutu yang kalah bersaing dan tidak tertampung kemudian harus rela berpetualang, menjadi tumpuan klub lain, terutama di luar Jawa Barat.

Di era 2000 hingga sekarang, keadaan telah banyak berubah. Kini, jangan harap ada banyak kesempatan bagi para pemain hasil binaan sendiri di Persib. Di Persib seolah ada hukum yang tak bisa dilanggar, pemain utama haruslah pemain jadi dan berpengalaman, tak peduli asalnya dari mana. Maka lihatlah komposisi tim utama Persib LSI 2008/2009, hanya ada dua orang pemain lokal Bandung yang menjadi pilar utama, Eka Ramdani dan Gilang Angga Kusuma.

Persib seolah tidak berani memoles dan memanfaatkan potensi-potensi yang lahir dari pembinaan klub-klub amatir Bandung dengan memberikan kesempatan berkembang di kompetisi sebenarnya. "Pangeran Biru" bahkan tidak jarang harus membeli pemain binaannya sendiri dengan harga mahal karena telah menjadi pemain hebat setelah diberi kesempatan oleh klub lain yang menyadari potensi mereka.

Contoh konkret adalah Atep dan Eka Ramdani. Dua pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini adalah pemain didikan klub UNI. Bakat Atep yang ikut menjuarai Piala Suratin diendus oleh Persija yang merekrutnya dengan harga tak terlalu mahal pada 2004. Di Persija, Atep berkembang menjadi pemain penting. Dia bahkan dipanggil untuk memperkuat Timnas.

Persib justru harus mengeluarkan uang ratusan juta untuk merekrut Atep yang sudah berhasil selama empat musim di Persija. Namun, (lagi-lagi) di Persib kualitas Atep seperti tidak terpakai karena lebih banyak diberi kesempatan untuk duduk di bangku cadangan ketimbang beraksi di lapangan.

Eka juga demikian. Dia bersinar bersama Persijatim (2003-2004) sebelum akhirnya dilirik kembali oleh Persib pada 2005. Namun, nasib Eka lebih baik dari Atep karena posisinya tidak tergantikan di Persib.

Eka dan Atep adalah contoh potensi-potensi besar Persib yang sempat disia-siakan dan akhirnya dimanfaatkan oleh klub lain. Sebenarnya, ada banyak pemain bagus hasil kompetisi di berbagai kelompok usia di Bandung. Namun, Persib tampaknya masih menjadi tempat angker bagi pemain muda hasil binaan klub Bandung. Sebab, Maung Bandung cenderung akan kembali mempertahankan "budayanya", hanya memberi kepercayaan kepada pemain "jadi".

Source: http://www.pikiran-rakyat.com


0 Response to "Persib, Kuburan Bagi Pemain Muda?"

Posting Komentar