Melegendanya Derby D'Indonesia Antara Persib & Persija

blogger templates

Ada banyak laga derby di Indonesia, tapi rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta akan terus melegenda karena banyak drama yang terjadi.

Sejarah sepakbola Indonesia memang masih mencatat, pertemuan Persib Bandung kontra PSMS Medan di babak final 1985 era perserikatan, belum terkalahkan dari segi jumlah penonton, yang kala itu memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sayang karena rivalitas kedua tim tidak berlanjut hingga sepakbola Indonesia memasuki era profesional saat ini. Penyebabnya, karena prestasi kedua tim tidak stabil. Terutama PSMS Medan yang musim ini bahkan turun kasta di divisi utama.

Begitu pula dengan perseteruan tim-tim di Jawa Timur. Sebut saja Arema Malang versus Persebaya Surabaya, Persik kontra Persebaya atau Arema versus Persik, serta beberapa pertandingan lain yang melibatkan tim asal daerah paling Timur Pulau Jawa ini.

Ada pula derby Papua yang mempertemukan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Bahkan derby ibukota antara Persija dan Persitara, yang semunya dipastikan berlangsung dalam tempo tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Akan tetapi, perseteruan tim-tim di atas jelas tidak akan menyamai rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung, yang hingga saat ini masih terus berlanjut dan terus mewarnai pentas sepakbola nasional.

Memasuki era sepakbola profesional dekade 1990-an, rivalitas kedua tim semakin memanas. Karena itu, bisa dipastikan duel keduanya akan terus melegenda dan mewarnai pentas kompetisi di tanah air.

Pasalnya, ada banyak drama yang terjadi dalam setiap pertemuan dua tim papan atas ini. Tidak hanya di kalangan suporter tentunya, tapi aroma panas rivalitas kedua tim dirasakan hingga ke lapangan hijau oleh para pemain, dengan memainkan laga dalam tempo tinggi.

Musim lalu misalnya, kala Persija bertandang ke markas Persib di Stadion Siliwangi, Bandung. Karena tensi jelang pertandingan cukup memanas, pimpinan Viking Fans Club yang merupakan pendukung garis keras Persib Heru Joko, harus turun tangan dan ikut dalam mobil yang membawa rombongan Persija.

Hasilnya, bus yang ditumpangi Ismed Sofyan dkk bisa mulus masuk ke stadion dengan aman tanpa gangguan, meski suasana panas tampak terasa dari sorotan mata para bobotoh , pendukung setia Persib, yang tetap menyiratkan permusuhan dalam menyambut kedatangan pemain Persija.

Seolah api dalam sekam, penyambutan bobotoh terhadap pemain Persija hanya bisa diredam dalam sejenak hingga pertandingan berjalan. Tapi semua itu berubah tat kala Bambang Pamungkas mencetak gol pada menit ke-74 dan membuat Persija unggul 3-1.

Suasana stadion sontak berubah. Bobotoh yang sejak awal masih bisa meredam amarah mulai berulah dengan membakar kertas di tribun. Lemparan botol air mineral pun tidak terhindarkan yang membuat wasit sempat menghentikan pertandingan.

Kerusuhan pun tidak terhindarkan. Amarah bobotoh yang tidak terima timnya kalah terus mengamuk dan merusak fasilitas stadion. Parahnya, kerusuhan berlanjut hingga di luar stadion yang membuat pemain Persija harus dievakuasi dengan kendaraan taktis aparat keamanan.

Esok harinya, sisa pertandingan dilanjutkan tanpa penonton. Persib pun memperkecil ketinggalan melalui gol Rafael Alves Bastos, sehingga Persija menang tipis 3-2.

Buntut dari kerusuhan itu membuat izin pertandingan kandang Persib di Stadion Siliwangi dibekukan, yang hingga saat ini masih berlaku. Padahal stadion yang terletak di kawasan militer Kodam Siliwangi itu selama ini menjadi kandang mereka.

Dengan legendarisnya derby ini, patut ditunggu ketika keduanya akan kembali berduel pada laga lanjutan putaran pertama Superliga edisi kedua musim ini, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (9/1).

Apa yang akan terjadi dalam duel yang layak disebut Derby D'Indonesia itu nanti, patut kita tunggu. Akankah kembali terjadi banyak drama di dalam maupun di luar lapangan?  

Sumber : www.goal.com






0 Response to "Melegendanya Derby D'Indonesia Antara Persib & Persija"

Posting Komentar